Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan

Tiban



Budaya Tulungagung

Peserta Pawai Budaya Jawa Timur asal Tulungagung, menunjukkan adat Tiban yang biasa yang biasa dilakukan untuk meminta hujan saat musim kemarau, Minggu (10/10). Pawai Budaya Jawa Timur yang diikuti sekitar 25 Kota dan Kabupaten di Jatim ini, diselenggarakan untuk memperingati hari jadi Propinsi Jatim yang ke-65.


East Java Cultural Parade Participants Tulungagung origin, showed the usual custom Tiban commonly performed to ask for rain during the dry season, Sunday (10/10). East Java Cultural parade which was followed about 25 cities and regencies in East Java is, held to commemorate the anniversary of East Java province is the 65th.

Solo Batik Carnival





Sebanyak 15 orang model Solo Batik Carnival, memamerkan fashion berbahan dasar batik di Ciputra World Surabaya, Minggu (25/7). Even karnaval yang mempertunjukkan kreasi busana batik, mengusung Unique Contemporary yang lebih menonjolkan tema tanaman dan hewan.

As many as 15 people a model of Solo Batik Carnival, based batik fashion exhibit at Ciputra World Surabaya, Sunday (25 / 7). Carnival event that demonstrated the batik fashion creations, which brings Unique Contemporary further highlight the theme of plants and animals.

Festival Yosakoi




Sejumlah penari dari komunitas tari Surabaya membawakan tarian Yosakoi dalam Festival Yosakoi di Taman Bungkul, Surabaya, Minggu (18/7). Festival yang diikuti oleh 39 peserta nasional (Jakarta, Bali, Mojokerto, Surabaya) dan Jepang ini, merupakan serangkaian acara dari Festival Lintas Budaya (Cross Culture Festival) 2010, yang bertujuan untuk menjalin persahabatan melalui media seni.

A number of dancers from the dance community in Singapore to bring dance yosakoi yosakoi Festival in Park Bungkul, Singapore, Sunday (18 / 7). The festival which was attended by 39 participants of the national (Jakarta, Bali, Mojokerto, Surabaya) and Japan, is a series of events from the Inter-Cultural Festival (Cross Culture Festival) in 2010, which aims to establish friendship through the medium of art.

Tari Topeng


Dari kiri, Dimas Bagus (15) dengan kostum Bapang, Handoyo (33) dengan kostum Panji Asmoro Bangun dan Tribroto Wibisono (55), dengan kostum Kelana Sabrang, mempertunjukkan wayang topeng dengan lakon Umbul-umbul Mojokuro, di pendopo Taman Budaya Jawa Timur Jalan Genteng Kali Surabaya, Minggu (28/3). Tarian ini untuk mengenang Mbah Karimun sebagai maestro Wayang Topeng Malangan, yang merupakan Ayah, Kakek dan Buyut mereka.

From left, Dimas Good (15) with costumes Bapang, Handoyo (33) with costumes and Pennon Tribroto Asmoro Wibisono Wake (55), with costumes Kelana Sabrang, perform puppet theater masks with Mojokuro Street Banner, in the marquee East Java Cultural Park Road tile Kali Surabaya, Sunday (28 / 3). This dance to commemorate Mbah Karimun as maestro Puppet Mask misfortune, which is a father, grandfather and their Yang.

Diarak


Sapi Sono (sapi cantik asal Madura), diarak keliling pusat Kota Surabaya untuk menyemarakkan Karnaval yang diselenggarakan oleh perusahaan penyedap rasa, Minggu (28/3). Enam ekor sapi yang didatangkan langsung dari Pamekasan ini, berjalan mengelilingi Taman Surya, Ketabang Kali, Pemuda, Wali Kota Mustajab dan kem,bali ke Taman Surya.

Sono cow (cow beautiful home Madura), paraded around the center of Surabaya to liven up the Carnival organized by flavor companies, Sunday (28 / 3). Six head of cattle imported directly from this Pamekasan, walking around Taman Surya, Ketabang Kali, Youth, Mayor Mustajab and back, to the Taman Surya Bali.

Sapi Cantik


Sapi Sono (sapi cantik asal Madura), diarak keliling pusat Kota Surabaya untuk menyemarakkan Karnaval yang diselenggarakan oleh perusahaan penyedap rasa, Minggu (28/3). Enam ekor sapi yang didatangkan langsung dari Pamekasan ini, berjalan mengelilingi Taman Surya, Ketabang Kali, Pemuda, Wali Kota Mustajab dan kem,bali ke Taman Surya.

Sono cow (cow beautiful home Madura), paraded around the center of Surabaya to liven up the Carnival organized by flavor companies, Sunday (28 / 3). Six head of cattle imported directly from this Pamekasan, walking around Taman Surya, Ketabang Kali, Youth, Mayor Mustajab and back, to the Taman Surya Bali.

Persiapan Nyepi




Pendande (pemimpin umat hindu) bersama para pemangku, Kamis (11/3) mempersiapkan Pura Jagat Karana di Jalan Lumba-Lumba Surabaya, untuk menyambut datangnya hari raya nyepi pada 16 Maret mendatang. Salah satunya dengan memasang kain wantra.

Lepas Burung


Mei Yin, salah seorang anggota komunitas Achinnadhama, melepaskan seekor burung pipit dalam pelaksanaan ritual Fang Shen di dermaga Kali Mas Jalan Ketabang Kali, Minggu (7/3). Umat Buddha meyakini jika ritual yang biasa dilakukan 3 bulan sekali ini, bisa mendapatkan kebebasan dan hal-hal yang baik.

Untuk Kebebasan


Mei Yin, salah seorang anggota komunitas Achinnadhama, melepaskan seekor burung pipit dalam pelaksanaan ritual Fang Shen di dermaga Kali Mas Jalan Ketabang Kali, Minggu (7/3). Umat Buddha meyakini jika ritual yang biasa dilakukan 3 bulan sekali ini, bisa mendapatkan kebebasan dan hal-hal yang baik.

Lentik




Solo merupakan salah satu kota penghasil batik di Indonesia, salah satunya terletak di jalan Kauman. Yang membedakan batik Solo dengan batik lainnya adalah coraknya, karena corak batik Solo lebih rumit. Dan ada juga yang diproduksi terbatas atau Limited Edition.

Kebo-keboan Untuk Dewi Sri






Masyarakat desa Alas Malang, Banyuwangi menggelar acara adat sedekah bumi Kebo-keboan. Acara yang diadakan setiap tanggal 10 suro (10 Muharram) tepatnya tanggal 11 januari ini, ditujukan kepada Dewi Sri yang dianggap warga sekitar sebagai Dewi Kesuburan.

Acara adat ini menunjukkan betapa setianya Kebo (kerbau) kepada petani, dalam mengolah bumi. Namun, Kerbau disini bukanlah kerbau sungguhan (hewan kerbau), tapi kerbau yang diperagakan oleh warga sekitar setiap tahunnya.

Tidak hanya peragaan kerbau yang berjalan di catwalk di sepanjang jalan desa, tetapi juga ada Barongsai versi suku Osing, musik tradisional Banyuwangi serta Barong. Disini semuanya mengikuti iring-iringan Dewi Sri yang dikawal para kerbau.



KOBUDA Probolinggo




Untuk pertama kalinya Kota Probolinggo mengadakan KOBUDA (Kontes Busana Daun). Acara yang dihelat pada tanggal 23 November kemarin, diikuti oleh 22 peserta dari SMP dan SMA di Probolinggo. Kontes ini diselenggarakan oleh KOPARA (Komunitas Pariwisata) bersama Dinas, Pemuda, Olah Raga, Budaya dan Pariwisata.

Even ini dimulai pukul 13.30 WIB, dan start dari SMKN 1 Taman Siswa Jl. Dr. Saleh. Selanjutnya setiap peserta melintasi Jl. Panglima Sudirman, Jl. Suroyo dan finis di Alun-alun Probolinngo Jl. A. Yani. Dalam rute tersebut panitia menyediakan 2 stage, dimana para peserta unjuk kebolehan di depan para juri dengan menari.

Setiap peserta yang berpartisipasi dalam kontes ini, terdiri dari 11 orang dalam setiap kelompoknya. 1 orang menjadi maskot yang busananya wajib menggunakan daun asli, sedangkan 10 orang lainnya diperbolehkan memakai daun imitasi.

Acara yang juga dibarengi launching Semipro (Seminggu Di Kota Probolinggo) oleh Buchori (Wali Kota Probolinggo) ini, ternyata disambut antusias warga kota Probolinggo yang memadati rute KOBUDA. Sehingga barikade pagar besi tak bisa membendung massa yang ingin menyaksikan peserta secara dekat. Terutama di stage saat peserta menari.

Menunggu

Tidak semua sesajen yang dilarung samapi ke dalam kawah. Karena di mulut kawah sudah banyak penduduk bukan asli tengger, menangkap sesajen yang dilarung suku tengger.

Larung Hasil Bumi

Warga Tengger yang ingin larung secara personal, melakukannya saat siang hari.

Ikut Serta

Sukasno, penduduk asli tengger yang hampir selalu mengikuti upacara Kasodo.

Jalur Kawah

Meskipun larung sesajen kasodo dilakukan dini hari, suku tengger yang ingin larung secara pribadi melakukannya saat siang hari. Sebagian besar memberikan sesajen hasil bumi seperti sayuran.

Postingan Lama Beranda

Blogger Template by Blogcrowds